Rempeyek Bunder dan Keripik Daun Jambu, Camilan Renyah Khas Bangilan yang Kian Diminati
- Jun 03, 2026
- kangmaskin
- UMKM Kreatif
Dari Dusun Sambong Lombok, Kecamatan Bangilan, lahir sebuah usaha rumahan yang kini semakin dikenal masyarakat, yaitu Rempeyek Bunder Saonone. Cita rasanya yang gurih dan renyah membuat camilan ini banyak diminati, tidak hanya di Bangilan tetapi juga di berbagai daerah lainnya.
Usaha yang dirintis Astutik sejak tahun 2017 ini awalnya bernama Rempeyek Bunder Larisa. Saat mengurus izin PIRT pada tahun 2019, namanya berubah menjadi Rempeyek Bunder Saonone. Kini seluruh produknya telah mengantongi izin PIRT dan sertifikat halal.
Selain rempeyek, Saonone juga memproduksi berbagai camilan lainnya, seperti keripik daun jambu, keripik kulit ayam, keripik usus, dan kerupuk sandaria berbahan dasar ketela. Di antara berbagai produk tersebut, keripik daun jambu menjadi salah satu yang paling unik.
Ide membuat keripik daun jambu muncul dari banyaknya pohon jambu biji merah di pekarangan rumah. Berbekal rasa penasaran dan beberapa kali percobaan, Astutik berhasil mengolah daun jambu muda menjadi camilan yang renyah dan memiliki cita rasa khas.
Perjalanan usaha ini tentu tidak selalu mudah. Di masa awal, produk Saonone sempat kurang diminati karena harganya dianggap lebih tinggi dibanding produk sejenis. Namun berkat ketekunan menjaga kualitas dan konsistensi produksi, Saonone berhasil mendapatkan kepercayaan konsumen.
Hingga saat ini, seluruh proses produksi masih dikerjakan sendiri oleh Astutik bersama suaminya, mulai dari pengolahan bahan hingga pengemasan. Produk-produk Saonone dipasarkan melalui berbagai toko oleh-oleh khas Tuban, perhotelan, pameran UMKM, serta kegiatan rutin Paguyuban Sobat UMKM Bangilan yang digelar setiap Sabtu malam di depan Kantor Kecamatan Bangilan.
Dengan harga yang terjangkau, mulai Rp10.000 hingga Rp18.000 per kemasan, produk Saonone mampu meraih omzet puluhan juta rupiah setiap bulan. Ke depan, Astutik berencana memperluas pemasaran secara online agar produknya dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Dari usaha rumahan sederhana, Rempeyek Bunder Saonone menjadi bukti bahwa ketekunan, kreativitas, dan keberanian berinovasi mampu menghadirkan produk lokal yang membanggakan. (adm)