Masjid Baitul Jalil, Sentuhan Arsitektur Tionghoa di Puncak Perbukitan Bangilan
- Jun 01, 2026
- kangmskin
- Seputar Bangilan
Di Dusun Bamban, Desa Sidodadi, Kecamatan Bangilan, berdiri sebuah masjid yang memiliki arsitektur unik bernuansa Tionghoa. Masjid tersebut bernama Masjid Baitul Jalil, yang berada di kompleks Pondok Pesantren Syifaul Qulub.
Pembangunan masjid ini berawal dari keinginan untuk menghadirkan tempat ibadah yang dapat menjadi jembatan kedekatan bagi masyarakat keturunan Tionghoa yang memeluk agama Islam. Gagasan tersebut lahir dari kedekatan pengasuh pesantren, Kyai Masruh, dengan komunitas Tionghoa di wilayah Bangilan.
Berada di atas perbukitan, masjid ini menawarkan pemandangan yang indah sekaligus suasana yang tenang. Untuk mencapainya, pengunjung harus melewati jalan menanjak yang cukup curam. Namun, perjalanan tersebut seakan terbayar saat melihat bangunan masjid yang megah berdiri di puncak bukit.
Sekilas, bentuk Masjid Baitul Jalil mengingatkan pada Masjid Cheng Ho dengan ciri khas atap bertingkat bergaya pagoda yang dihiasi ornamen bernuansa Tionghoa. Meski demikian, identitasnya sebagai masjid tetap terlihat jelas melalui berbagai unsur Islami yang menghiasi bangunan, termasuk lafaz Allah di bagian puncak atap.
Keunikan masjid ini tidak hanya tampak dari arsitekturnya, tetapi juga dari filosofi yang terkandung di dalamnya. Bangunan berukuran 25 x 25 meter ini memiliki sembilan bagian yang melambangkan Wali Songo, para penyebar Islam di tanah Jawa. Sementara itu, 99 tiang penyangga yang mengelilingi bangunan menjadi simbol Asmaul Husna, nama-nama indah Allah.
Masjid Baitul Jalil pertama kali dibangun pada tahun 1997. Pada tahun 2004, bangunan ini direnovasi dengan mengusung gaya arsitektur Tionghoa yang kini menjadi daya tarik utamanya. Dalam perkembangannya, masjid ini juga dilengkapi menara berbentuk prisma segi lima yang melambangkan Rukun Islam.
Hingga kini, Masjid Baitul Jalil tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan pendidikan bagi para santri Pondok Pesantren Syifaul Qulub. Seiring bertambahnya jumlah santri, berbagai fasilitas pendukung, termasuk asrama, terus dikembangkan di sekitar kompleks masjid.