Dua Warga Bangilan Ikut Serta Pelatihan Menjahit Berbasis Kompetensi

  • May 19, 2026
  • kangmaskin
  • Seputar Bangilan

Suasana pelatihan menjahit pakaian dewasa di Desa Brangkal, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, terlihat ramai dan penuh antusiasme. Puluhan peserta perempuan dari berbagai wilayah di Kabupaten Tuban tampak serius mengikuti setiap materi yang diberikan oleh instruktur.

Dua di antara peserta tersebut berasal dari Kecamatan Bangilan, yakni Ibu Daryati dan Ibu Duwi Erna Wati dari Desa Klakeh. Keduanya mengikuti pelatihan dengan semangat untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha mandiri di bidang tata busana.

Dengan menggunakan mesin jahit dan peralatan yang telah disediakan, para peserta mempelajari berbagai teknik dasar menjahit. Materi pelatihan meliputi pengenalan alat, pengukuran badan, pembuatan pola, hingga praktik menjahit pakaian dewasa.

Pelatihan berbasis kompetensi ini berlangsung mulai 28 April hingga 22 Juni 2026. Selama hampir dua bulan, peserta mendapatkan pembelajaran teori dan praktik secara intensif agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja maupun usaha mandiri.

Program pelatihan tersebut mendapat dukungan dari Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Aulia Hany Mustikasari. Menurutnya, pelatihan keterampilan menjahit merupakan salah satu langkah nyata dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

“Keterampilan menjahit memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi usaha mandiri, apalagi kebutuhan jasa jahit dan produk fashion terus meningkat di masyarakat,” ujar Aulia Hany Mustikasari.

Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali pemahaman mengenai peluang usaha di bidang tata busana. Hal ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk membuka usaha sendiri setelah pelatihan selesai.

Aulia menambahkan bahwa keterampilan menjahit dapat menjadi bekal penting bagi perempuan untuk lebih mandiri secara ekonomi serta membantu meningkatkan pendapatan keluarga.

Salah satu peserta dari Bangilan, Ibu Daryati, mengaku senang dapat mengikuti pelatihan tersebut. Sebelumnya, ia belum memiliki kemampuan menjahit, namun kini merasa lebih percaya diri setelah mendapatkan pelatihan.

“Saya jadi lebih percaya diri dan berencana membuka usaha jahit di rumah setelah mengikuti pelatihan ini,” ungkapnya.

Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama pelatihan berlangsung. Mereka berharap program serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak perempuan memiliki keterampilan, peluang kerja, dan kesempatan usaha mandiri.

Melalui pelatihan berbasis kompetensi ini, diharapkan lahir sumber daya manusia yang lebih terampil, produktif, dan siap bersaing, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat desa. (adm)