Jejanturan Kentrung menjadikan Kolaborasi Lintas Generasi Guna Melestarikan Tradisi Kentrung Bate
- Jul 03, 2026
- KIM Sobat Bangilan
- Potensi Budaya, Seputar Bangilan
Jum'at, 3 Juli 2026 di balai Desa Bate diadakan pertunjukan Jejanturan Kentrung Dalam upaya menjaga eksistensi dan menghidupkan kembali minat generasi muda terhadap seni tradisi, sebuah pertunjukan kolaborasi apik antara Kentrung Bate dan Gamelan resmi diselenggarakan. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Kampus Berdampak melalui skema Riset Artistik yang diinisiasi oleh Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Acara ini berlangsung khidmat sekaligus semarak ini turut dihadiri dan mendapat dukungan penuh dari jajaran Forkopimca (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan) Bangilan, yang mengapresiasi tinggi langkah nyata penyelamatan seni budaya lokal
Pertunjukan ini mengusung misi besar untuk mendukung pelestarian kesenian Kentrung Bate. Melalui pendekatan kolaboratif, esensi pertunjukan serta nilai-nilai autentik tradisi tetap dipertahankan secara kuat, namun dikemas dengan sentuhan artistik yang segar. Pemilihan gamelan sebagai media kolaborasi bukan tanpa alasan. Gamelan dinilai mampu menjadi jembatan pengembangan artistik yang lebih akrab dan relevan di telinga Generasi Z. Dengan aransemen yang lebih dinamis, kolaborasi ini diharapkan dapat mendongkrak minat serta apresiasi anak-anak muda terhadap warisan budaya mereka sendiri. Selain sebagai media pelestarian, pergelaran ini menjadi sarana edukasi yang interaktif. Generasi muda diajak untuk mengenali lebih dalam unsur-unsur utama dalam kesenian Kentrung Bate, seperti Syair yang sarat makna, Lakon (cerita) yang dibawakan, Pola tabuhan khas yang menjadi identitas utamanya.
Salah satu keunikan sekaligus kunci keberhasilan dari proyek riset artistik ini adalah keterlibatan aktif masyarakat lokal. Pertunjukan ini didukung oleh 15 orang peserta yang merefleksikan kebersamaan lintas generasi—mulai dari kalangan orang tua hingga anak-anak.
Keterlibatan anak-anak bersama orang tua mereka menjadi bukti nyata bahwa proses regenerasi pelaku dan penikmat Kentrung Bate sedang berjalan. Melalui pendekatan partisipatif seperti ini, estafet nilai tradisi dapat diwariskan secara alami dan berkelanjutan tanpa menghilangkan identitas asli yang terkandung di dalamnya.