Rasa Syukur Menggema di Bumi Dopyak: Kolaborasi Doa dan Tradisi Demi Keberkahan Masyarakat dalam Gema Sholawat, Sedekah Bumi dan Haul Mbah Ahmad Bin Muhammad Arrozi di Kramat Dusun Dopyak Kecamatan Bangilan
- Jun 26, 2026
- KIM Sobat Bangilan
- Potensi Budaya
Suasana khusyuk dan penuh keberkahan menyelimuti Kramat Dusun Dopyak, Desa Bangilan, Kecamatan Bangilan pada Jumat, 26 Juni 2026. Masyarakat setempat berkumpul dan menyatu dalam rangkaian acara sakral: Gema Sholawat, Sedekah Bumi, sekaligus Haul Mbah Ahmad Bin Muhammad Arrozi.
Acara ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah momentum besar bagi warga Dusun Dopyak untuk mempertebal rasa syukur atas segala limpahan rezeki dan nikmat yang telah diterima, di tengah dinamika dan realitas kehidupan masyarakat saat ini.
Kemeriahan yang religius ini terasa semakin istimewa dengan hadirnya para tokoh agama dan jajaran pemerintahan. Acara ini dihadiri langsung Jajaran Forkopimca (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan) Bangilan, yang menunjukkan sinergi kuat antara ulama, umaroh (pemimpin), dan masyarakat dan dimeriahkan oleh Ahmad Kholilurrohman (Kang Kholil), yang membawa kesejukan lewat untaian selawat dan KH. Mustafa Ubaidillah dari Pati, Jawa Tengah, yang memberikan mauidhoh hasanah.
Rangkaian acara diawali dengan Gema Sholawat yang melantun indah, menggetarkan hati setiap jemaah yang hadir. Melalui selawat, masyarakat diajak untuk membersihkan hati sekaligus mengetuk pintu langit dan membumikan rasa syukur agar keberkahan senantiasa turun di tanah Bangilan.
Sebagai bentuk pelestarian tradisi, prosesi Sedekah Bumi menjadi simbol nyata dari rasa syukur yang mendalam. Di tengah berbagai tantangan zaman dan situasi sosial-ekonomi yang terjadi di masyarakat saat ini, Sedekah Bumi mengingatkan warga untuk tidak kufur nikmat. Apa pun keadaan yang sedang dihadapi, bumi tempat mereka berpijak masih memberikan sumber kehidupan yang tiada putus. Rezeki yang diterima besar maupun kecil diterima dan dirayakan dengan cara berbagi dan bersedekah, sebagai tameng penolak bala sekaligus magnet datangnya rezeki yang lebih berkah.
Suasana religius semakin memuncak saat memasuki ritual Haul Mbah Ahmad Bin Muhammad Arrozi. Mengenang jasa dan perjuangan sang tokoh yang disemayamkan di Kramat Dusun Dopyak ini menjadi cermin bagi masyarakat untuk merefleksikan diri. Kehidupan Mbah Ahmad yang penuh kesederhanaan dan kedekatan dengan Sang Pencipta menjadi pemantik bagi warga agar tetap tangguh, rukun, dan saling menguatkan dalam menghadapi situasi kemasyarakatan saat ini yang patut menjadi tauladan.
Dalam taushiyahnya, KH. Mustafa Ubaidillah mengingatkan pentingnya menjaga hati dan meningkatkan rasa syukur.
"Bersyukur bukan karena semua keadaan berjalan sempurna, tetapi bersyukur karena kita percaya ada berkah di balik setiap ketetapan Allah. Sedekah bumi dan selawat hari ini adalah bukti bahwa masyarakat Dusun Dopyak adalah masyarakat yang kaya hati," tutur beliau.
Acara yang berlangsung khidmat hingga usai ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, kemakmuran, dan kedamaian seluruh warga Kecamatan Bangilan, khususnya Dusun Dopyak, agar senantiasa gemah ripah loh jinawi di bawah lindungan Allah SWT.