Belajar Peduli ke Desa Klakeh

  • Feb 27, 2026
  • Kangmaskin
  • Belajar Peduli

“Jika kita membahagiakan yang di bumi, maka yang di langit akan membahagiakan kita.…”

Pada hari Jum’at, (27/02/2026) KIM Sobat Bangilan kembali mengadakan kegiatan “Belajar Peduli”. Kali ini KIM Sobat Bangilan bersilaturami ke Tiga keluarga di desa Klakeh Kecamatan Bangilan. Mereka adalah Mbah Temu, Mbah Dami dan Mbah Jipah.

Mbah Temu adalah sosok yang usianya konon satu abad lebih, disisa usianya ini beliau tinggal bersama cucunya di rumah sederhana yang didalamnya juga ada kandang kambing. Saat kami dolani, beliau sedang tidak enak badan dan rebahan di dipan sederhana dengan kasur yang sudah keras. Sehari-harinya kebutuhan hidupnya di topang oleh cucunya yang kerja sebagai buruh tani.

Cerita yang hampir sama juga terjadi pada mbah Dami maupun mbah Jipah, diusia tuanya beliau masih harus bekerja untuk bisa menyambung hidupnya, entah sebagai tukang ngasak yaitu  mengumpulkan sisa-sisa gabah atau padi yang tertinggal di sawah setelah proses panen selesai. Tradisi ini umum dilakukan di Bangilan sebagai bentuk pemanfaatan sisa panen.

KIM Sobat Bangilan menggunaan metode kegiatan mendatangi, menghampiri, door to door, BERSILATURAHMI ke semua keluarga yang didolani. Selain untuk bersilaurahmi, kita juga ingin mendengar keluh kesah beliau, sedapat mungkin kami bantu apa kesulitan - kesulitannya. Dan kegiatan ini selalu disambut dengan hangat oleh warga dan salah satu dari mereka akan menemani juga mengantarkan kami ke semua keluarga yang kami dolani hingga acara selesai.

Saat mereka kami dolani, mereka selalu menunjukkan wajah berseri – seri bahkan ada beberapa yang terisak haru, sehingga kami asyik bercerita tentang kehidupan dan banyak hal layaknya teman lama dan tak terasa waktu sudah hampir senja. Sementara kami harus terus berkeliling door to door untuk menghampiri dan bersilaturahmi ke keluarga yang lain.

Kondisi seperti inilah yg membuat kami ingin terus hadir untuk mereka, meskipun bingkisan dan oleh-oleh yang bisa kami berikan tidak seberapa, namun setidaknya kami bisa membantu mereka untuk menguatkan semangat dan optimistis mereka dalam menjalani takdir Tuhan. (adm)