Belajar Istiqomah: Program "Belajar Peduli" KIM Sobat Bangilan Masuki Bagian ke-262

  • May 09, 2026
  • kangmaskin
  • Belajar Peduli

Konsistensi dalam Belajar Peduli kembali dibuktikan oleh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sobat Bangilan. Pada Jumat (08/05/2026), gerakan sosial “Belajar Peduli” kembali menyapa warga, kali ini dengan menyisir Dusun Tawun, Desa Kumpulrejo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban. dengan bersilaturahmi ke tiga warga di dusun Tawun desa Kumpulrejo, beliau adalah Mbah Darmaji, Mbah Tomo dan mbah Dasirah.

Tak terasa, aksi nyata ini telah memasuki edisi ke-262. Selama 262 pekan tanpa terputus, setiap hari Jumat menjadi momentum bagi relawan dan donatur untuk hadir di tengah masyarakat. Sebuah perjalanan panjang yang hanya bisa terjaga berkat keistiqomahan dan kepedulian yang tulus.

Silaturahmi dari Pintu ke Pintu

Berbeda dengan sekadar pembagian bantuan formal, KIM Sobat Bangilan tetap setia dengan metode door to door. Kami mendatangi, menghampiri, dan bersilaturahmi langsung ke rumah-rumah warga yang kami "dolani" (kunjungi).

Bagi kami, bingkisan hanyalah pintu masuk. Tujuan utamanya adalah duduk bersama dan mendengar langsung keluh kesah serta kisah hidup mereka. Kehadiran kami selalu disambut hangat oleh warga dan dulur-dulur di Dusun Tawun. Bahkan, seringkali warga setempat dengan sukarela mengantarkan tim menyusuri setiap rumah hingga seluruh agenda selesai.

Kehangatan di Balik Isak Haru

Momen yang paling menyentuh adalah saat pintu rumah terbuka dan disambut dengan wajah-wajah yang berseri-seri. Tak jarang, suasana berubah haru hingga tetes air mata tak terbendung saat obrolan mulai mengalir. Kami bercerita tentang banyak hal—tentang kehidupan, harapan, dan perjuangan—layaknya kawan lama yang baru bertemu kembali.

Seringkali waktu terasa berputar begitu cepat. Saat asyik bercerita, senja mulai menyapa, sementara masih ada keluarga lain yang harus kami kunjungi. Perasaan emosional inilah yang menjadi bahan bakar bagi kami untuk terus hadir.

Lebih dari Sekadar Bingkisan

Kami menyadari bahwa buah tangan atau oleh-oleh yang kami berikan mungkin nilainya tidak seberapa. Namun, misi besar kami bukan sekadar tentang materi. Kami ingin hadir untuk memberikan penguat semangat dan memupuk optimisme bagi saudara-saudara kita dalam menjalani takdir Tuhan.

"Mudah-mudahan kami bersama para donatur tetap diberikan kekuatan untuk istiqomah di jalan ini. Karena senyum dan semangat mereka adalah energi bagi kami."

Terima kasih kepada seluruh donatur dan relawan yang terus mendampingi perjalanan "Belajar Peduli" hingga sejauh ini. Mari terus bergerak, karena sekecil apa pun kepedulian kita, sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. (adm)