BEKAL SAK CETING: Inovasi UOBF Puskesmas Bangilan dalam Upaya Pencegahan Stunting

  • Apr 16, 2026
  • kangmaskin
  • Seputar Bangilan

BEKAL SAK CETING merupakan inovasi pelayanan publik dari UOBF Puskesmas yang berfokus pada upaya pencegahan stunting melalui pemantauan gizi balita dan ibu hamil secara berkala. Nama inovasi ini merupakan singkatan dari “Pemantauan Pemberian Makanan Tambahan Lokal Bersama Kader untuk Mencegah Stunting.”

Inovasi ini hadir sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi balita dan ibu hamil yang berisiko mengalami masalah gizi. Melalui kolaborasi aktif antara tenaga kesehatan dan kader di lapangan, pemantauan dilakukan secara rutin setiap satu minggu sekali dengan memanfaatkan sistem digital yang terintegrasi.

Dalam pelaksanaannya, kader melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap balita bermasalah gizi serta ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK). Seluruh hasil pemantauan langsung diinput ke dalam sistem berbasis spreadsheet digital, sehingga data dapat dipantau secara real time oleh petugas gizi UOBF Puskesmas.

Pemanfaatan teknologi digital ini memberikan banyak manfaat, di antaranya:

  • Mempermudah proses pemantauan kondisi gizi masyarakat
  • Mempercepat pelaporan dan tindak lanjut kasus
  • Meningkatkan koordinasi antara kader dan petugas kesehatan
  • Mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat

Dengan slogan “BEKAL SAK CETING… Bersama Kader, Kita Cegah Stunting”, inovasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara tenaga kesehatan dan masyarakat dalam menciptakan generasi yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas.

Atas kontribusi dan dampak positifnya bagi masyarakat, inovasi pelayanan publik dari UOBF Puskesmas ini berhasil meraih penghargaan Juara Harapan I dalam ajang inovasi pelayanan kesehatan pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tingkat Kabupaten Tuban.

Ke depan, BEKAL SAK CETING diharapkan terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi pelayanan kesehatan lainnya dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting serta peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak. (adm)