Belajar Peduli

  • Mar 25, 2026
  • MASRUKIN
Lokasi Kegiatan: Setiap Hari Jum'at bergilir ke 14 desa Bangilan
Tanggal Kegiatan: Mar 25, 2026

PEDULI adalah pilihan. Jika kita ingin dipedulikan orang lain, maka kita harus peduli terlebih dulu pada orang lain. Katanya “manusia saling membutuhkan satu sama lain” maka KIM Sobat Bangilan mewujudkannya dengan “saling mempedulikan satu sama lain”. Cukup sederhana tapi bermakna besar. KIM Sobat Bangilan menyadari bahwa kepedulian dapat membuka jalan menuju kehidupan yang saling menguatkan.

Kepedulian adalah harapan yang menguatkan orang-orang lemah. Jika kepedulian tidak pernah ada, maka kehidupan ini juga tidak pernah ada. Begitulah pesan moralnya.

KIM Sobat Bangilan bukan hanya komunitas untuk ngumpul-ngumpul semata, bukan hanya untuk meramaikan grup Facebook, bukan hanya becanda semata, bukan hanya kongkow-kongkow yang tiada guna. Tapi lebih dari itu, berpikir dan berbuat untuk sesama, membantu mereka yang membutuhkan. Tradisi ini yang harus terus dihidupkan, terobosan yang harus tetap ada. Bisa Membatu orang lain yang dalam kesulitan itu sungguh luar biasa bahagianya. Agar mereka tetap dapat bertahan, tetap tersenyum.

Hal yang patut dipertahankan dan dicontoh, KIM SOBAT BANGILAN selalu menghidupkan prinsip “menghampiri bukan dihampiri” dalam menjalankan misi sosial ini. Menghampiri dan sekaligus bersilaturahmi kepada yang berhak menerimanya. Ini tradisi dan perilaku yang luar biasa. Karena di luar sana, terlalu banyak mereka yang hanya sekedar “nitip” untuk kebaikan.

Gak usah macam-macam. Cukup semacam saja. Membangun KEPEDULIAN terhadap sesama. Itu semangat yang harus dijaga KIM Sobat Bangilan. Karena kepedulian adalah energi siapapun untuk tetap bertumbuh, sekaligus energi bagi Anda untuk menjadi lebih baik.

Tujuan kegiatan ini adalah membantu pemerintah dalam mengentaskan keluarga miskin ekstrim, dengan bersilaturahmi dan membawa bingkisan senilai 200k tentunya akan cukup membantu keluarga untuk bertahan hidup.

Sasaranya adalah kelurga miskin ektrim terutama orang - orang tua yang sendiri dalam melalui sisa hidupnya, bisa juga yatim dan piatu yang di rawat oleh kakek neneknya yang kurang mampu. (adm)